Thursday, December 17, 2015

Tentang Mahasiswa Semester Tua dengan Kegalauan yang Ada

Kalau sudah menonton drama keluarga seperti ini selalu lupa kalau ada skripsi yang harus dikerjakan segera. Iya, karena setiap kali menonton, pasti membayangkan andai aku bisa punya suami seganteng pemeran dalam film yang ada pada gambar di samping ini. hehe

Contohnya, ketika aku menonton drama keluarga asal Taiwan New Perfect Two (2012). Bayangkan saja, ayah yang ganteng dan baik hati yaitu Vic Zou sangat mencintai anak lelakinya. Apalagi artis anggota boy band F4 ini merupakan artis yang aku suka sejak SD.

Dalam drama diceritakan bagaimana Vic Zou yang berperan sebagai Ah Bee sangat sayang kepada anak semata wayangnya. Cerita yang menyentuh hati membuatku menangis sepanjang nonton drama ini.

Tuh kan, kalau sudah menonton drama keluarga, aku yang notabene adalah mahasiswa semester tua, suka lupa ada yang harus aku kerjakan segera. Percayalah aku adalah mahasiswa penghuni Universitas Negeri Semarang (Unnes) angkatan "tua". Kata "tua" di sini dalam arti sebenarnya. Tua umur, tua semester pula.

Saat ini usiaku 24 tahun, jomblo dan ditambah skripsi belum kelar. Kawan-kawan satu angkatan tinggal hitungan jari, kadang hal ini yang membuatku merasa asing sendiri. Saking lama merantau di Unnes, aku tahu perubahan harga bensin, rames, es teh dan harga sembako lainnya yang semakin tidak ramah kantong mahasiswa (khususnya mahasiswa apa adanya sepertiku).

Tidak hanya itu, sebagai mahasiswa semester tua, aku juga mengalami penggantian dekan sampai rektor Unnes (bahkan sampai tahu penambahan penjaga keamanan dan juga penjaga kebersihan). Menurutku, semua itu bukanlah prestasi. Sama sekali bukan. Oleh karena itu, kadang aku berpikir, apa yang sudah aku lakukan selama ini?

Barang kali salah satu pembaca Celoteh Anak Negeri di sini juga mempunyai nasib yang sama. Nasib sebagai mahasiswa semester tua. Seperti mahasiswa semester tua yang lain, ada beberapa faktor yang membuatku berada pada jalan sepi bernama "Semester Tua" ini. Aku sebut "jalan sepi", karena tidak banyak yang mau menyambangi. Hanya segelintir orang yang masih bersarang.

Bayangkan saja, dari tiga Rombongan Belajar (Rombel) dengan rata-rata dihuni oleh 30 mahasiswa, sekarang tinggal kurang lebih 11 saja (namun data terbaru yang aku dapatkan, dari sebelas mahasiswa tua ini tinggal 3 orang karena dikurangi yang ikut wisuda Oktober kemarin).

Betapa sepi bukan? Biasanya di kampus saling sapa dengan satu angkatan. Kini, ke kampus tinggal sendirian (karena jarang ketemu sama kawan-kawan yang tersisa itu). Apalagi, kalau mau jajan. Jalan sendirian menuju kantin, dan makan tinggal bayar trus pulang. 

Namun, itu yang dulu aku rasakan. Nyatanya setelah aku jalani, kau tak lagi merasa sepi. Ini memang harus aku jalani. Selain mikir skripsi, hari-hari aku jalani dengan arubaito (bekerja paruh waktu). hihi Selain itu, semeseter tua juga punya kegiatan sampingan lain yaitu kondangan.

Kenapa? Karena kawan-kawanku sudah pada bekerja dan tidak heran juga kebanyakan siap menikah. Tinggal nunggu undangan mereka saja, seperti bergiliran (kalau aku kapan coba?).  Ah sudahlah turut berbahagia untuk mereka, semoga aku juga segera insyaallah. :) Baiklah berpredikat sebagai semester tua tidak menghalangiku untuk bisa maju. Apalagi hanya mikirin mantan melulu. Siapa tahu jodoh tahun depan bisa ketemu. Aamiin insyaallah :)

Patemon, Gunungpati, Semarang 17 Desember 2015

3 comments:

kyaa neechan ganbatte, masih ada aku di Unnes, hehe^^

masih ada saya juga (^^ゞ ところで、何のアルバイトですか?

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More