Pengikut Google+

Setiap Anak adalah Juara

...Guru seperti teko yang penuh air, yang menyirami tanaman, bukan menyirami sebuah cangkir....

Hujan dalam Ingatan

...Seperti pertanyaan yang aku titipkan pada hujan sore itu. Apakah kau merindukanku?....

Tiga Bungkus Nasi Kucing untuk Berbuka

...Kebahagiaan berada di dalam hati orang yang mengingatNya....

Kisah Kertas Kebahagiaan

...Let me find the way, close our eyes, listen closely, and attend with our heart....

Siapa yang Berdiri di Depan Pintu?

...dan kau tahu makna cinta, masuklah....

Gusti Allah Ora Sare

...Hidup adalah kesempatan yang diberikan oleh Tuhan....

Friday, October 21, 2016

Kelas Menulis “Dialog” Bersama I Putu Ayub Darmawan

Suasana serius tapi santai saaat kelas menulis

Kegiatan rutin Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Semarang bersama I Putu Ayub Darmawan sebagai narasumber sekaligus anggota Kelompok Literasi Ungaran tersebut diadakan pada hari Sabtu, 10 September 2016 pukul 14.00-16.00 WIB. Berbeda dengan minggu sebelumnya, kali ini kelas menulis dihadiri lebih sedikit peserta yakni sekitar 15 orang. Kendatipun demikian, kegiatan ini tetaplah dibumbui antusiasme para peserta -termasuk saya- yang dengan teliti menyimak pemaparan materi “menulis dialog dalam cerpen” oleh Mas Putu.

Poster kelas menulis dialog kali ini

Di awal slide presentasi, Beliau memaparkan apabila dialog membuat cerpen semakin menarik. Karena dialog tersebut merupakan kesan hidup bagi sebuah cerpen. Tidak hanya itu, percakapan juga membantu plot, menggerakkan cerita terus ke depan, dan menggambarkan karakter. Misalnya bila karakternya dewasa maka dia akan sering menasehati. Dengan adanya percakapan, sifat kerpribadian yang halus dapat dirasakan sementara uraian cerita tidak dapat melakukan itu. Tidak terlepas dari peran pentingnya, masalah yang sering dialami penulis pemula ialah tidak mudah menulis percakapan yang hangat, manusiawi, dan wajar.

Beliau menekankan bahwa kemampuan menulis dialog dilatih dengan mendengar orang lain berbicara. Dengan latihan itu, yang akan kita dapat antara lain:
1.Kita dapat mengembangkan perhatian terhadap bahasa.
2.Kita akan memberi perhatian khusus pada dialog, selain kepada apa yang mereka katakan, juga bagaimana cara mereka mengatakannya.
3.Kita akan bisa menentukan cara menulis dialog yang tepat berdasarkan kriteria dan sudut pandang sang tokoh.

Nah, selain kesulitan dalam menulis percakapan itu sendiri. Penulis pemula juga sering dipusingkan dengan cara menyatakan tokoh mana yang sedang berbicara sedangkan dalam suatu plot dalam cerita terdapat lebih dari dua orang tokoh yang sedang berbincang. Melihat cengar-cengir saya dan para peserta yang lain, Beliau segera memberikan tips untuk mengatasi masalah tersebut:

1.Setiap ucapan seorang tokoh, harus bisa menunjukkan sifat dan kepribadiannya. Misal: orang dewasa cenderung suka menasehati kepada anak muda.
2.Bila kesulitan menggambarkan ucapan tokoh, berikan penekanan atau penjelasan di belakang dialog. Misalnya: .....” ia bertanya dengan penasaran.
3.Kita dapat mengungkapkan emosi dengan menunjukkan cara bertindak dan berbicaranya tokoh-tokoh cerita.
4.Hal yang mutlak dalam menulis dialog, HARUS diberi tanda kutip!
5.Kita menempatkan setiap pembicaraan dari setiap tokoh terikat dengan gerak-gerik atau pernyataan yang menjelaskannya, dan itu ditulis dalam satu alinea terpisah.

Dari sini minasan sudah tahu dong kalau keberadaan dialog itu penting. Namun bagaimana jika dialog dalam sebuah cerita terlalu banyak? Nah, inilah yang kemudian disarankan oleh Mas Putu:

1.Terlalu banyak dialog akan membuat cerita menjadi monoton, lebih baik dihindari dengan menambah atau menyisipkan narasi.
2.Agar pembaca tidak bosan, dialog hendaknya ditulis ringkas dan cepat.
3.Sangat jarang diperlukan satu percakapan tokoh yang mengandung sepuluh baris kalimat atau lebih. Jika terjadi demikian, tentu pembaca akan merasa bosan.
4.Agar dialog tidak terlalu panjang, bisa disisipkan pertanyaan dari tokoh lain.
5.Setiap percakapan perorangan, harus dikaitkan dengan percakapan dan selanjutnya agar terlihat runtut.

Yupp, sudah diterangkan semua nih tips menulis dialog dengan benar. Bagaimana minasan? Makin tergerak lagi untuk segera menulis?^^

Semoga bermanfaat! :D

Sumber: Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Semarang/facebook.com

Gali Inspirasi Bersama I Putu Ayub Darmawan

Foto bersama Mas Putu dan para peserta

Dewasa ini seluruh perpustakaan di penjuru tanah air semakin menggalakkan budaya menulis dan membaca terlebih untuk pelajar. Dari agenda itulah tersusun serangkaian acara yang mendukung perkembangan budaya tersebut yakni “Kelas Menulis” yang saya ikuti di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Semarang yang terletak di Jalan Pemuda nomor 7 Ungaran atau yang lebih dikenal dengan Alun-alun Lama Ungaran. Kelas menulis tersebut diagendakan rutin setiap Sabtu minggu kedua dan keempat, tentu saya sangat bersemangat mengikuti kelas ini karena pelatihan menulis baiknya dilakukan secara intensif dan tentunya gratis.

Poster kelas menulis bersama Putu Ayub


Nah, kelas menulis pertama diadakan pada hari Sabtu, 20 Agustus 2016 mulai pukul 14.00 hingga 16.30 WIB. Tentunya minasan tahu jika pertemuan pertama selalu ramai dan dibanjiri peminat. Benar saja, begitu memasuki ruang audio visual di lantai satu perpustakaan, kelas tersebut sudah dipadati banyak orang. Kurang lebih terdapat 60 orang peserta yang datang untuk menimba ilmu dari sang narasumber, Putu Ayub yang juga seorang dosen di sebuah universitas swasta.

Suasana dalam kelas menulis yang padat merayap 


Hal yang di-share oleh Mas Putu Ayub -Beliau meminta dipanggil demikian- pada hari tersebut ialah “Kiat Praktis Menulis Cerpen”. Nah, pasti minasan ingin segera tahu kan kiat-kiat apa saja itu? Berikut ulasannya.

A.Ide Cerita 
Bagi seorang penulis pemula sering kesulitan memperoleh ide. Dari pengalaman Beliau menulis, ide seringkali muncul dari peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitar kita dan hal itu berupa sesuatu yang sederhana. Seperti halnya menulis konflik, di mana konflik cerita mampu kita dapatkan dari kehidupan sehari-hari misalnya dari media massa seperti televisi, koran, dan sebagainya. Selanjutnya dapat kita tulis ke dalam alur cerpen dengan sederhana.

B. Membuka Cerpen 
Beliau juga mengatakan bahwa bagian ini merupakan hal sulit juga untuk penulis pemula. Biasanya kelemahan penulis pemula dalam membuka cerpen ialah terlalu bertele-tele. Berikut beberapa tipsnya:
1.Memunculkan Masalah.
Karena secara alamiah manusia tertarik dengan masalah, cara ini biasanya dimanfaatkan penulis untuk menarik minat pembaca.
2.Membuka Cerita Dengan Memunculkan Aksi. 
Penulis dapat memulai cerita dengan memunculkan aksi dan langsung melompat ke tengah cerita, di sini latar belakang cerita tidak tampak pada permulaan cerita.
3.Membuka Cerita Dengan Memunculkan Ketegangan. 
Misalnya tokoh sedang berada dalam bahaya, cerita dibumbui narasi mengenai kondisi cuaca yang hujan, daerah yang terkesan kurang aman, dan orang-orang yang membawa senjata.
4.Menampilkan Lokasi Cerita. 
Narasi pembuka biasanya berisi tentang tokoh yang tinggal di suatu tempat dan sedang melakukan sesuatu -misal bekerja atau bersekolah.

C. Menulis Cerita
Kekuatiran penulis adalah tulisan yang dihasilkan kurang bagus sehingga membuatnya enggan untuk menulis. Kunci penting dalam menulis adalah menuliskan apa yang menjadi ide cerita kita tanpa mempedulikan apakah tulisan itu bagus atau tidak. Yang penting, jika kita ingin menulis maka tulis saja dulu. Selanjutnya baru diperbaiki setelah mendiskusikannya dengan teman-teman. Penulisan cerpen juga perlu memperhatikan cara memulai cerita. Sebuah cerpen dapat dimulai dengan dua cara, yaitu:
1.Memulai dengan klimaks kemudian mengakhirinya dengan detail-detail.
2.Memulai dengan detail-detail cerita baru mengakhirinya dengan klimaks.
Untuk dapat menyusun cerita dengan baik nantinya, Beliau juga menyarankan untuk menulis cerita dengan jalan menganggap cerita kita sebagai sebuah adegan drama. Fakta yang disajikan dalam cerita perlu ditulis dengan baik dan tidak berlebihan, melainkan dikembangkan menjadi semakin menyenangkan agar membuat pembaca penasaran dnegan akhir ceritanya.

D. Menghidupkan Tokoh 
Tokoh dalam cerpen haruslah tokoh yang cocok dengan ceritanya. Bisa diambil dari orang-orang di sekitar kita yang memiliki kecocokan dengan cerita. Yang perlu diperhatikan penulis untuk menciptakan tokoh ialah; tinggi badan, berat badan, cara berjalan, pakaian, warna rambut, hobi tokoh, agama, dan sikap politiknya. Meskipun tokoh dapat diambil dari orang-orang di sekitar kita, mencari nama tokoh bagi penulis pemula terbilang sulit. Untuk menentukan nama, hal yang perlu diperhatikan ialah kecocokan nama dengan latar cerita. Misalkan cerita berlatar kehidupan Sunda, maka nama yang dipakai adalah Ujang, Dedew, Deden, dan lain sebagainya.

Bagaimana minasan?? Keren kan?? Dengan ini, minasan yang sedang kebingungan menulis cerpen semoga bisa terbantu, aamiin!^^

Semoga bermanfaat! :D

Sumber: Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Semarang/facebook.com

Saturday, September 10, 2016

Ochuugen, Tradisi Pemberian Hadiah Tulus di Pertengahan Tahun



Hadiah Ochuugen
Cr: Anibee.tv

Minasan, apakah pernah mendengar tentang Ochuugen? Oh? Pernah? Tradisi memberikan hadiah kepada atasan ketika pertengahan tahun? Apakah hanya itu?

Ehem..kali ini saya akan menjelaskan header artikel di atas. Seperti yang minasan tahu, tujuan memberikan hadiah selama musim ini adalah mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada orang-orang yang telah merawat kita seperti orang tua, saudara, kerabat, mertua, teman dekat, atasan, rekan kerja, klien, guru, atau pelatih dengan tujuan untuk kesejahteraan mereka.

Ochuugen sebenarnya berasal dari ritual Taoisme di Cina, untuk merayakan ulang tahun cucu Raja Naga, yaitu Raja yang mengatur Jougen, Chuugen, dan Kagen yang berlangsung pada tanggal 15 Januari, tanggal 15 Juli, dan tanggal 15 Oktober. Chuugen dijadikan sebagai hari bagi manusia untuk bertobat dari dosa-­dosa mereka, dimana kebakaran terus menyala sepanjang hari guna menghormati para dewa. Kemudian, saat tersebut berubah menjadi hari untuk mencari pengampunan atas dosa­dosa orang yang telah meninggal. Meskipun dalam Buddhisme, bahwa Chuugen adalah hari ketika orang-orang berdoa kepada roh nenek moyang, perkembangan secara bertahap adat Taoisme dan Buddhisme menjadi ritual Obon di Jepang lantas menyebabkan pula perkembangan kebiasaan memberikan hadiah selama Ochuugen.

Umumnya, makanan dan minuman adalah pilihan yang lebih disukai untuk Ochuugen. Karena panas selama musim ini, barang­barang yang dapat membawa pendinginan tangguh dari panas antara lain bir, makanan ringan dingin dan makanan seperti daging dan buah­-buahan yang merupakan sumber baik untuk membangun stamina adalah pilihan teratas.

Nah sampai di sini minasan sudah paham belum? Dari uraian di atas, sejarah dan jenis barang yang akan dihadiahkan memang patut diperhatikan, tetapi yang ini juga tak kalah penting, yaitu minasan perlu  memastikan bahwa penerima kado akan mendapatkan hadiah selama periode Ochuugen tertentu berdasarkan tempat tinggal mereka. Di Jepang, ada dua musim utama pemberian hadiah, yaitu Ochuugen dan Oseibo, yang masing-masing berlangsung di tengah dan akhir tahun. Tergantung pada daerahnya, tanggal pasti untuk itu mungkin sedikit berbeda. Wilayah Jepang Timur termasuk Kanto, musim Ochuugen dimulai antara awal Juli sampai 15 Juli. Di sisi lain, wilayah Jepang Barat termasuk Kansai dimulai dari akhir Juli hingga 15 Agustus. Di celotehan kali ini, saya mengutip berita yang berkaitan dengan Ochuugen di wilayah Jepang Barat.

Pemenang lelang Melon Yubari berfoto bersama Walikota Hokkaido
Cr: halojepang.com

Berdasarkan potret di atas, Walikota Hokkaido Naomichi Suzuki (kanan) memegang melon Yubari atau Yubari King bersama Konishi Takamaru, pembeli di supermarket Amagasaki, Jepang Barat yang memenangkan lelang melon Yubari pada akhir Mei 2016. Sepasang melon pada lelang itu laku ¥3 juta atau setara dengan Rp 360 juta. Harga tersebut memecahkan rekor sebelumnya yaitu ¥2,5 juta (2008). Melon Yubari adalah buah melon produksi greenhouse Yubari di Hokkaido, kota kecil di dekat Sapporo. Melon ini hasil persilangan antara melon Earl’s Favourite dan Burpee’s Cantaloupe. Orang Jepang menggunakan melon Yubari sebagai hadiah pada perayaan Ochuugen yang jatuh pada hari ke-15 pada bulan ketujuh penanggalan Jepang.

Wow...termasuk harga yang fantastis yah. Apakah minasan ingin mencobanya juga? Hehe...^^

Semoga bermanfaat! :D

Sumber:
Anibee
HaloJepang! Edisi Juni 2016/IV

Saturday, August 20, 2016

“99.9 Keiji Senmon Bengoshi”, Kebenaran Di Balik 0,1%

Cr: Asianwiki

Minasan, konnichiwa! Kali ini saya akan memaparkan review lagi tentang Drama Spring lalu yang berjudul 99.9 Keiji Senmon Bengoshi atau yang bisa disebut “99.9 Specialist Criminal Lawyer ”. Pasti di manapun mengatakan sinopsisnya ialah tentang Hiroto Miyama (diperankan oleh Jun Matsumoto), seorang pengacara miskin yang mengambil kasus pidana tetapi tidak membuat uang. Dia mengejar kebenaran untuk 0.1% dari tingkat keyakinan 99.9% di Jepang. Padahal setelah merampungkan kesepuluh episodenya, menurut saya kisah Miyama dan kawan-kawannya di Firma Hukum Madarame tidak sesimpel itu. Mengacu pada judul dramanya, mengapa tingkat dakwa di Jepang sangat tinggi hingga mencapai angka 99.9% ?

Alasannya ialah, tidak ada yang bisa meragukan jaksa, yang memegang kekuasaan negara dan keakuratan konten mereka telah disediakan untuk melakukan penuntutan. Istilah mudahnya, jika jaksa sudah mengatakan seseorang sebagai “tersangka” atas bukti yang sudah dikumpulkan polisi, maka orang tersebut mutlak “dijatuhi hukuman”. Masalahnya, ya jika jaksa tersebut jujur, tapi bagaimana kalau jaksa tersebut memanipulasi hasil laporan dan bisa berubah keyakinannya seperti jaksa di Indonesia yang tergiur habis disogok uang? Ups, buka kartu nih, hehe.

Saya menilik drama ini bukan hanya sebagai hiburan semata tetapi juga sebagai “penyadaran” bahwa dunia ini memang hancur begini adanya dan butuh aksi penyelamatan secara nyata. Mengingat Indonesia yang baru saja “berulang tahun” ke-71 kemarin, saya jadi miris sendiri memikirkannya. Apakah saya berlebihan? Entahlah, tapi apabila minasan peka dengan keadaan sekitar, pasti mengerti akan maksud hati saya. Perubahan memanglah perlu “kerja nyata”.

Ehm, kembali ke review. Sejak episode awal, quest yang diberikan kepada Miyama dan kawan-kawan sangatlah bervariasi, serupa tapi tak sama dengan yang terjadi di Indonesia. Hanya dengan uang dan kekuasaan serta trik dan antek-anteknya, seseorang dapat “melimpahkan” kesalahannya kepada orang lain dengan mudahnya. Alias kasus salah tuduh. Cukup, di sini pasti sudah dapat terlihat intriknya -khas Drama Asia- tetapi apakah ada orang yang mau membela korban yang sudah berada di ujung tanduk tersebut?

Nah itulah daya tarik spesial di drama ini yang membuat saya terharu. Baiklah, saya akan spoiler sedikit. Ada alasan pribadi mengapa Miyama malah mengejar kebenaran bukannya uang, baginya yang terpenting adalah mengetahui kebenaran dari suatu peristiwa. Berawal dari ayahnya yang didakwa sebagai tersangka pembunuhan seorang gadis SMA, semua bukti mengarah padanya dan ayah Miyama tak mengakuinya karena bersikeras tak melakukannya, iapun terpaksa menjalani hukumannya hingga akhirnya meninggal di dalam tahanan. Kesedihan tentunya membuat Miyama kecil terluka, tapi kesakitan yang ia rasakan justru membuatnya bangkit karena menyadari adanya banyak kejanggalan dalam hukum di Jepang yang mengantarkannya sebagai pengacara hebat yang mampu memecahkan kasus sulit tak bercelah sekalipun dengan cara yang unik pula.

“Suatu hari ayahku dibawa oleh orang-orang seperti kalian -jaksa-, sejak hari itu dan seterusnya hidup yang kualami berubah. Mereka yang dituduh menjadi korban kejahatan juga mengalami hal yang sama dan aku akan terus menjadi pengacara untuk menolong mereka,” itulah ungkap Miyama di depan seorang jaksa yang mungkin dikisahkan sebagai “musuh bebuyutannya” di drama ini.

Greget kan mendengarnya minasan? Jadi ingin menonton kisah serius tapi santai Mr. Perfect dari Arashi ini dan segera berubah menjadi orang yang dapat menolong kebenaran yang disembunyikan kah?^^

Semoga bermanfaat! :D

Insiden Tragis Mayu Tomita, Ada Apakah Gerangan?

Cr: Jurnal Otaku Indonesia

Pada tanggal 21 Mei lalu terjadi sebuah peristiwa naas yang menimpa idol Jepang bernama Mayu Tomita di mana sang idola diserang salah satu penggemarnya di Chateu Koganei, tempat berlangsungnya event SOLID GIRLS NIGHT vol.11 dan “menghadiahkan” 20 tusukan oleh benda tajam yang membuatnya koma selama beberapa waktu terakhir. Dilansir dari Sankei News, tusukan-­tusukan tersebut berakibat buruk pada kondisi  kesehatannya. Kendati luka di lehernya cukup dalam, untungnya tidak ada luka yang fatal di jantung dan organ internalnya. Mayu sendiri  sekarang sedang menjalani pemulihan dari semua luka­lukanya. Beruntung Mayu diberitakan sudah sadar pada Selasa malam, tanggal 7 bulan Juni kemarin dan pihak rumah sakit menginginkan kondisi Mayu stabil terlebih dulu sebelum dia dapat menemui keluarganya atau ditanyai oleh pihak kepolisian.

Sebenarnya alasan saya “berceloteh” mengenai kasus ini karena terasa menarik. Dewasa ini industri hiburan menjadi “alat penghasil uang” yang sangat hebat, terlebih untuk negara maju seperti Jepang dan Korea. Kegiatan “ngidol” pun menjadi hal yang umum bagi para orang, tetapi efek buruknya terkadang seseorang menjadi terlalu mendewakan idolanya dan gelap mata hingga ingin mengetahui semua yang dilakukan idolanya, sekecil apa pun hal itu sehingga mengharuskannya mengikuti idolanya kemanapun. Yes, right! Itulah yang bisa minasan katakan sebagai stalker. Dan itulah kasus yang menimpa penulis dan penyanyi lagu tersebut, diserang oleh fansnya sendiri bernama Tomohiro Iwazaki. Menurut berita, setiap hari selama 2 sampai 3 jam Iwazaki selalu menunggu di depan stasiun JR Musashi Koganei Tokyo untuk melihat kedatangan Mayu dari tempat kerjanya menuju rumahnya. Hadiah-hadiah dikirimkan ke rumah Mayu tapi tak dapat perhatian sama sekali dan malah dikembalikannya tanpa memberikan alasan kenapa, telah membuat Iwazaki jengkel. Dikatakan itulah sebab mengapa Iwazaki nekat menyerang idolanya sendiri. Ia ditangkap di tempat kejadian dan berteriak, “Aku yang melakukannya! Aku yang melakukannya!”. Diduga, dia sering menunggu Mayu di stasiun hanya untuk bertanya mengenai hadiah tersebut.

Insiden itupun membuat pemerintah Jepang akan menggalakkan hukum terhadap para stalker. Karena sebelum kejadian, sebenarnya pihak Mayu telah melaporkan aksi penguntitan Iwazaki kepada polisi. Polisi pun sebenarnya sudah mengetahui penguntit yang tinggal di Uzumasanakasuji, Ukyo-ku, Kyoto itu dari laporan ibu Tomita April lalu. Namun polisi Kyoto mengatakan sebaiknya kontak dan lapor saja ke polisi Metropolitan Tokyo mengenai perbuatan penguntit tersebut. Tak urung, insiden yang menimpa Mayu mendapat perhatian besar saat ini dari masyarakat Jepang karena polisi terlambat mengantisipasi.

Tentu saya dan minasan mulai sepikiran di sini. Ya, pertanyaannya: siapa yang pantas disalahkan? Ehm, tapi daripada itu, lebih penting untuk menanyakan apa yang sebaiknya dilakukan, bukan? Saya harap dari kejadian ini semua pihak bisa sadar dan memilih opsi untuk saling membantu, baik dari pihak artis maupun kepolisian, dan juga fans. Saya mengira hal ini hanya terjadi di dalam drama, karena sebelumnya saya pernah menonton drama Korea dengan insiden yang sama yaitu laporan penguntitan dari seorang pegawai wanita kantoran agak “disepelekan” karena mengingat hukum dari kejahatan stalker sangat kecil, tetapi setelah insiden penusukan terjadi, keluarga korban menjadi tidak percaya dengan kepolisian. Semoga kepolisian melakukan yang terbaik demi melindungi warga sipil. Saya juga berharap Artis Tomita yang berupaya menjadi artis dengan mandiri memiliki manajer dan atau tergabung ke dalam perusahaan artis supaya lebih aman dan dapat menyelesaikan masalah hadiah dengan fansnya, semoga cepat sembuh juga ya.^^

Ehm, untuk para fans, mengidolakan boleh saja ya? Tapi artis juga manusia, mereka pasti punya kehidupan pribadi yang mungkin saja tak ingin diketahui orang lain kan? Hey...semua orang itu istimewa, bukan hanya artis semata, lebih baik mengidolakan diri sendiri yang telah berjuang sampai detik ini demi menggapai mimpi, hehe.

Semoga bermanfaat! :D

Kepribadian Berdasarkan Golongan Darah, Haruskah Percaya?

Cr: facebook.com/Fakta Golongan darah A, B, O, AB

Minasan pasti sering mendengar tentang “Fakta Golongan Darah” bukan? Tentu saja, promosi melalui media sosial maupun dalam media cetak sebagai buku yang tergolong best seller membuat kita tak asing lagi dengan istilah itu. Apalagi digambarkan sebagai tokoh komik yang lucu dan membuat kita mudah mengingatnya. Ehm, pertanyaannya, mengapa saya mengangkat hal tersebut sebagai celoteh kali ini? Tak lain dan tak bukan karena dampak yang ditimbulkan akibat kepopuleran si “Ketsueki-gata” yang tentunya tegolong kurang baik.

Bayangkan saja, orang-orang jadi berpedoman bahwa karakternya ditentukan oleh golongan darahnya dan hal tersebut bersifat mutlak karena -katanya- protein-protein tertentu di dalam darah membangun semua sel di tubuh kita dan oleh karenanya menentukan psikologi kita. Tak jarang pula menyalahkan kepribadian yang dimilikinya -misal pemarah atau cengeng- karena golongan darahnya. Kepercayaan tidak berdasar ini bahkan mempengaruhi politik. Pada 2011, seorang menteri di Jepang, Ryu Matsumoto, dipaksa mengundurkan diri, ketika pernyataan keras dan kasarnya kepada pejabat lokal ditayangkan di televisi nasional. Dalam pidato pengunduran dirinya, ia menyalahkan sikapnya yang emosional itu pada kenyataan bahwa ia bergolongan darah B. Loh loh loh, kok aneh sih?

Yah...entah dunia sudah tua atau apa, Wallahualam. Saya memang suka dengan anime “Blood Type” karena pengemasannya lucu, saya pun memiliki keychain “Type A” untuk koleksi dan trend saja. Namun sayangnya, masyarakat luas masih menggemari hal-hal yang faktanya belum jelas dan amat mempercayainya, tapi sok-sok mengambil istilah dari sains, atau istilah kerennya biasa disebut pseudosains, perlu untuk disadarkan. Padahal bagaimana kalau sekali lagi ditilik dari kacamata ilmiah? Atau kacamata sosial? Cobalah minasan pikir baik-baik, apakah masih ingin percaya?

Sudah banyak studi ilmiah yang mempertegas kontradiksi ini. Misalnya, Kengo Nawata (2014) seorang psikolog sosial Jepang, menganalisis secara statistik kaitan antara golongan darah dan kepribadian pada 10.000 orang Jepang dan Amerika. Ia menemukan bahwa tidak ada relevansi antara golongan darah dan kepribadian seseorang. Studi di Australia (2003) juga sampai pada kesimpulan bahwa mengaitkan kepribadian seseorang dengan golongan darah tidak punya dasar yang valid.

Setelah membaca banyak artikel dan mengalami sendiri pengalaman nyata di lapangan -disemprot teman akrab, pemikiran saya mulai “tercerahkan” hingga membuahkan hasil bahwa golongan darah itu sama sekali TIDAK BISA mempengaruhi karakter seseorang. Kepribadian manusia dipengaruhi oleh kombinasi antara faktor gen, sirkuit otak, level hormon, dan pengaruh lingkungan, itu sudah jelas, bukannya karena golongan darah semata.

Sayangnya, kepercayaan ini sudah lama “menjangkit” beberapa negara tetangga seperti Jepang, Korea, dan Taiwan dan bahkan sudah menjadi bahan obrolan ringan, bahan candaan, yang ujung-ujungnya menjadi serius juga. Pun yang terjadi di Indonesia, bayangkan deh minasan jika itu terjadi sedemikian parahnya. Misal, orang bergolongan darah AB yang dicap “aneh, misterius, langka” pasti akan terisolasi dan didiskriminasi dari masyarakat sekitarnya karena memiliki pemikiran tersendiri misalkan hanya menabung jika ada proyek, sering ngaret karena gonta-ganti program acara, dan lain-lain. Tentu ini sangat disayangkan, apakah umum membeda-bedakan orang hanya karena golongan darahnya? Memangnya Pencipta yang di atas menciptakan makhluk-Nya demi tujuan seperti itu? Coba kita amati kedua tangan kita, lalu amati lagi kesepuluh jari kita, kemudian bandingkan dengan seseorang di samping minasan. Lihat, apakah sidik jari yang kita miliki sama dengan orang tersebut? No way! Allah memang mengatakan setiap makhluk itu sama derajatnya tapi apakah minasan tidak berpikir bahwa tiap makhluk tersebut juga istimewa? Allah juga mengatakan tiap makhluk-Nya juga memiliki rejeki, jodoh, dan kematian yang berbeda dengan individu yang lain kan? Masih ingin percaya dengan sifat seseorang dari komik golongan darah?

Tidak sengaja saya menonton sebuah drama Korea di sela waktu liburan saya. Mata saya melotot ketika sang aktor mulai marah-marah karena temannya bicara tentang ramalan dan sebagainya -pseudosains- ketika membaca koran.
“Bagaimana bisa seseorang berpikir itu akurat dengan mengategorikan itu semua dari enam miliar orang di Bumi, menjadi empat jenis darah sederhana? Jika kita asumsikan bahwa Korea memiliki 48 juta orang dibagi menjadi 12 tanda-tanda zodiak, berarti sekitar 4 juta orang berbagi tanda yang sama. Dan karena itu dibagi menjadi 5 tahun, sekitar 800.000 orang berbagi prediksi harian yang sama. Jadi setiap orang yang lahir pada tahun 1970 adalah di tahun anjing, yang mana semua dari mereka berbagi prediksi yang sama selamanya. Ini adalah contoh utama dari generalisasi yang berlebihan. Mengerti?” 

Well...pasti hidup kita bakalan bosen banget ya minasan jika kita benar-benar seperti itu? Semoga bermanfaat! :D

 Sumber:
Zenius Education

Monday, August 8, 2016

“Orange”, Penjelajahan Waktu Menghapus Penyesalan dalam Dunia Paralel

Cr: japanesestation.com

Apa yang minasan pikirkan jika membaca “Orange”?

Apakah buah jeruk? Atau warna oranye? Atau terbayang akan ending song anime “You’re Lie in April” yang dinyanyikan oleh Supercell?

Tentu saja bukan itu yang saya maksud. “Orange” yang saya bahas kali ini adalah sebuah film live-action dari manga berjudul serupa yang mengisahkan tentang seorang gadis yang mengirim surat untuk dirinya sepuluh tahun yang lalu dengan tujuan menghapus segala penyesalannya. Pada pembukaan cerita ditampilkan seorang siswi SMA kelas dua di kota Matsumoto, Prefektur Nagano bernama Naho Takamiya menerima surat misterius dari dirinya yang dewasa selama musim semi. Dalam surat tersebut berisi segala peristiwa dengan waktu yang sangat rinci dan ia diminta untuk mengikuti apa yang isi surat itu perintahkan agar tak menimbulkan penyesalan, awalnya ia mengira surat itu hanyalah keisengan seseorang belaka tetapi lambat laun ia menyadari bahwa isi surat itu benar-benar nyata dan merupakan tulisan tangannya sendiri. Tujuan dari dirinya -sepuluh tahun ke depan- ialah menyelamatkan seorang murid pindahan dari Tokyo, Kakeru Naruse di mana pemuda ini akan bunuh diri karena mengalami luka emosional akan kematian ibunya. Selain dirinya, teman-teman Naho yang lain juga membantunya menyelamatkan hidup Kakeru, termasuk Hiroto Suwa yang juga mendapatkan surat dari dirinya di masa depan. Bedanya, Hiroto tidak memberitahukan semua isi suratnya pada teman-temannya, karena meskipun di masa depan ia menikah dengan Naho dan memiliki buah hati, sejatinya ia tahu Naho dan Kakeru saling mencintai sehingga ia menyembunyikannya demi kemulusan jalannya “kehidupan paralel” yang sedang ditapakinya ini.

Ngomong-ngomong tentang “dunia paralel” sejak tadi, sebenarnya itu apa sih? Seandainya waktu berjalan dan pada suatu titik waktu terjadi sesuatu. Di titik itu dimensi baru akan terbentuk. Dunia sebelumnya akan menyimpang dan akan muncul dunia baru. Inilah yang kita sebut “dunia paralel” sama seperti yang dijelaskan seorang guru kimia di kelas Naho ketika menceritakan tentang penjelajahan waktu. Sayangnya setelah mendengar penjelasan ini, Naho sedikit berputus asa, ia seakan menyakini jika semua usaha yang ia lakukan selama ini untuk menyelamatkan Kakeru akan sia-sia saja. Di sinilah titik greget saat saya menonton film ini.

Eits, tentu saja ceritanya tidak sampai di situ minasan. Karena tekadnya untuk menyelamatkan Kakeru sudah bulat, Naho dan teman-temannya berusaha sekuat tenaga menyelamatkannya dari penderitaan itu. Karena Kakeru teman mereka, kesakitan yang dialami pemuda itu karena kehilangan seorang ibu yang amatlah berat tersebut tak perlu ditanggung sendiri, apabila tidak sanggup maka Kakeru boleh berbagi dengan rekannya, tutur Suwa penuh percaya diri waktu itu. Di ending cerita, diperlihatkan di tahun 2025 di mana Naho dan kawan-kawannya  sedang mengamati sunset di sebuah bukit tanpa Kakeru, sementara di waktu yang sama -kejadian di dunia paralel tahun 2015- mereka berbahagia bersama Kakeru yang berhasil mereka selamatkan.

Sewaktu membahas masa manakah yang lebih baik dipilih, Kakeru mengungkapkan opininya apabila ia lebih memilih masa lalu untuk menghapus segala penyesalannya. Kalau minasan sendiri, masa manakah yang lebih baik? Masa lalu atau masa depan? Ehm, yang masih membingungkan ialah misteri bagaimana “dunia paralel” itu bisa terjadi bukan? Ingin mencobanya seperti Naho, minasan?^^

Kini selain di film live-action, “Orange” juga dibuat menjadi serial anime mulai musim panas 2016 lho. Minasan bisa merasakan sendiri gregetnya perjuangan Naho dalam “dunia paralel” yang masih belum dibuktikan kebenarannya itu, hoho. By the way, film yang sarat akan persahabatan ini tentunya akan lebih asyik ditonton bersama sahabat kita.^^

Semoga bermanfaat! :D

“Boruto: Naruto The Movie”, Kisah Ayah-Anak yang Mengharukan

Cr: id.naruto.wikia

Minasan yang penggemar berat Naruto pasti sudah pernah menonton film ini kan? Bagaimanakah kesannya? Yap, tentu saja mengharukan!^^

Movie yang disebut sebagai puncak dari “Naruto The Movie: The Last” beberapa waktu lalu itu mengisahkan intrik antara Sang Hokage Ketujuh atau Nanadaime dan putra sulungnya Boruto Uzumaki. Masalah diawali ketika Boruto kesal dengan ayahnya yang selalu sibuk dan hanya bisa meluangkan waktunya dengan mengirim kagebunshin -bayangan- ketika ulang tahun adiknya, Himawari. Tentu saja Boruto sangat marah dan mengata-ngatai ayahnya karena hal tersebut, hingga tanpa sadar amarah di dalam dirinya menggiringnya untuk memanfaatkan kecanggihan teknologi di Ujian Chunin mendatang, dengan alasan ingin menunjukkan pada Naruto apabila dirinya adalah seorang anak yang hebat. Begitu ujian diadakan, Boruto bisa menggunakan jutsu -jurus- yang hebat untuk mengalahkan lawannya, orang-orang menganggapnya wajar karena ia merupakan putra Hokage.

Namun, sepandai-pandainya menyembunyikan bangkai, pasti akan tercium juga bau busuknya. Ketika pertandingan penentuan final, Naruto merasakan ada kejanggalan ketika Boruto melawan Shikadai, akhirnya Naruto turun ke arena pertandingan dan menanyakan alat apa yang dipakai di tangan kanan Boruto. Sang putra panik luar biasa dan dengan wajah datar Naruto melepaskan ikat kepala putranya dan menceramahinya apabila ia tidak boleh menggunakan kecurangan untuk mendapatkan kemenangan karena merupakan sebuah larangan dan akan merusak tujuan ujian yang sebenarnya. Boruto yang tak bisa menahan perasaan malu dan marahnya karena dipermalukan seisi desa oleh ayahnya sendiri pun menyalahkan Naruto karena selalu sibuk dan tak pernah mengurus keluarganya.

Oke, sampai di sini sudah rumit banget kan ceritanya minasan? Eits, belum selesai lho. Di tengah ujian, datanglah dua orang musuh yang menyerang penduduk desa. Sebagai Hokage, tentu saja Naruto sekuat tenaga melindungi warganya dari serangan musuh, dan dari situlah Boruto takjub dengan kekuatan ayahnya dan Kurama -kyuubi jinchuriki Naruto- yang membuatnya keheranan. Kisah berlanjut, ketika Boruto tersadar dari pingsannya, Naruto sudah diculik musuh untuk diambil kekuatan chakra-nya. Ia juga menyadari ibunya, Hinata terluka karena mencoba menyusul Naruto dan adiknya pun menangis karena keadaan tersebut. Bisa dibayangkan betapa hancurnya hati Boruto ketika Sasuke -paman sekaligus gurunya- mengatakan jika ini adalah salahnya. Namun ia tak berkecil hati, Boruto pun pergi menyelamatkan ayahnya bersama Sasuke dan empat Kage lainnya. Untuk ending cerita pastilah minasan bisa menebaknya. Dengan segala kekuatan yang mereka miliki, akhirnya musuh tersebut bisa dikalahkan dan hubungan Naruto-Boruto pun membaik.

Tidak sampai di situ saja, Boruto yang awalnya berguru pada Sasuke dengan tujuan mengetahui segala kelemahan Naruto pun berubah pikiran setelah melihat tekad kuat ayahnya melindungi semua orang dengan kekuatan yang dimilikinya sekarang bersama Kurama. Ia mulai mengerti arti penting bagi seorang shinobi -ninja- yaitu kerja sama dan ketekunan yang tidak bisa didapatkan dengan cara instan seperti memakai alat ninja yang membuatnya didiskualifikasi dalam pertandingan. Boruto pun meminta pada Naruto untuk menceritakan tentang kisah masa lalunya demi mengerti perasaan cinta dan kasih ayahnya yang tak pernah kenal syarat karena meski sibuk luar biasa, Naruto selalu memantau perkembangan buah hatinya itu meski dalam wujud bayangan.

“Dengar, dia itu penuh dengan kelemahan dan tidak bisa apa-apa. Namun dia terus berjuang dengan kekuatannya sendiri dan menjadi seorang Hokage. Kau tak perlu memahami Naruto yang saat ini, yang harus kau ketahui adalah bagaimana Naruto bisa seperti sekarang,” ungkap Sasuke ketika memberikan nasehat kepada Boruto mengenai Sang Nanadaime.

Nah, bagaimana minasan? Kental sekali kan mellow-drama antara Naruto dan Boruto? Selain sarat akan pesan moral yang bersumber dari kisah dari sang penulis Masashi Kishimoto dan anaknya, film ini juga ringan dan tidak terlalu terbelit-belit ceritanya seperti movie yang lalu sehingga cocok serta aman untuk ditonton anak-anak tanpa pengawasan penuh dari orang tua.

Semoga bermanfaat! :D

Jepang Bersemangat “Sambut Hangat” Turis Muslim dengan Label Halal

Cr: Jurnal Otaku

Sejak 1 Juni lalu, Japan Airlines mulai menyajikan menu halal untuk penerbangan Indonesia dan Malaysia. Tentu hal ini Jepang sikapi sebagai penyambutan dan menarik wisatawan muslim lebih banyak lagi selain mendirikan restoran halal atau memberikan pelayanan halal di hotel tertentu. Terdengar sangat peduli dan ramah kan, minasan?^^

Kabar gembira ini merupakan strategi Jepang dalam menghadapi lonjakan turis yang beragama Islam agar usaha mereka berjalan lancar. Beberapa lokasi dan tempat pun terlihat sudah mulai ditempeli label “halal”, tetapi tidak sembarangan. Jepang memang sedang menggalakkan promosi produk‐produk halal di dalam negeri mereka. Jepang bahkan menggalakkan prosedur pengambilan sertifikasi halal supaya tidak sembarang restoran dapat menggunakan label tersebut untuk menarik konsumen. Proses sertifikasi sendiri dilakukan oleh Nippon Asia Halal Association atau yang dikenal dengan NAHA sesuai standar halal seperti ISO, HACCP atau GMP yang bisa kita cari sendiri di internet.

Kembali ke pelayanan tersebut, maskapai yang baru-baru ini mendapatkan sertifikasi halal dari Japan Islamic Trust mengatakan mereka juga mengganti semua perlengkapan makan untuk sajian muslim supaya hanya bisa dipakai satu kali saja, supaya para penikmatnya merasa lebih aman saat mereka menggunakannya.

Ehm, tidak hanya menggalakkannya lewat udara, sekarang restoran berlabel halal di Jepang sendiri juga semakin banyak lho, tentu setelah melewati proses sertifikasi yang ketat pula. Saya akan memaparkan beberapa restoran halal yang terletak di bagian Tokyo.

1.Narita-ya, Asakusa
Cr: www.havehalalwilltravel.com

Restoran ini cukup mudah ditemukan karena berada dekat sekali dengan Kuil Senso-ji Asakusa dan berada di daerah pertokoan selain karena memiliki ciri khas tulisan “halal” di depannya. Menyediakan berbagai macam menu mulai dari ramen yang menjadi andalan hingga don (nasi mangkuk). Disediakan juga mushola untuk pengunjung yang melaksanakan salat di mana sarana seperti ini sulit ditemui di Jepang. Mengingat dominasi pengunjung adalah orang Indonesia dan Malaysia, kita akan dibuat berada di negeri sendiri ketika makan di Narita-ya.
2. Luna Hala
Cr: halalmedia.jp

Terletak di dalam hotel bisnis di Tsukiji dan hanya tiga menit berjalan kaki dari stasiun Tsujiki. Ini akan menjadi kesempatan besar untuk memiliki makanan halal di  restoran dan menginap di hotel pada waktu yang sama. Tidak semua makanan pada menu sarapan dan makan malam adalah menu halal, tapi semua makanan pada jam makan siang dipastikan halal. Meskipun alkohol disajikan selama makan malam, tidak apa­-apa dan tidak perlu khawatir karena peralatan makan dipisahkan untuk yang halal dan non­halal.
3. Saishoku Teppan Ippin
Cr: Yelp.com

Hanya sepuluh menit berjalan kaki dari stasiun Ebisu dan sering dikunjungi oleh orang-­orang yang mencari makanan halal otentik. Beberapa item pada menu termasuk ayam karaage, nasi bambu, daging sapi wagyu ,dan banyak lagi. Sayuran yang disajikan adalah organik dan makanan telah disertifikasi oleh Nippon Asia Halal Association.

Namun jika minasan tidak sempat datang ke restoran, sudah ada juga lho bentou halal jika sedang sibuk bekerja dan memerlukan makanan cepat saji. Bentou halal tersebut disediakan oleh toko bentou Zenmai cabang Minamitsuro di Tokyo Station. Dalam menunya, disediakan 2 macam bentou halal dengan 2 macam daging yang berbeda. Kebab bentou yang menggunakan daging kambing dijual dengan harga 980 Yen (sekitar 110.000 Rupiah) dan bentou kalkun yang dijual sedikit mahal di harga 1.100 Yen (sekitar 140.000 Rupiah). Toko ini sebenarnya sudah buka sejak jam 6 pagi, tetapi sayang mereka baru mulai menjual bentou halal pada pukul 10 pagi. Bagaimana minasan, daijoubu desuka?^^

Maa~ Yang penting karena sekarang Jepang semakin “bersahabat” dengan kebutuhan muslim, minasan tidak perlu cemas lagi mencari makanan halal selama berada di negeri sakura tersebut. In sya Allah, mudah dan barakah!^^

Semoga bermanfaat! :D

Sumber:
Anibee
Jurnal Otaku Indonesia

Thursday, August 4, 2016

Film Jepang Bertema Pendidikan Moral? “Botchan” Jawabannya

Cr: Asianwiki

Minasan pasti pernah dengar kata “Botchan” kan?

Yap, Botchan (坊ちゃん) yang artinya “Tuan Muda” adalah novel karya penulis terkenal Soseki Natsume yang ditulis pada tahun 1906, kini diadaptasikan menjadi sebuah film pada Januari 2016 lalu dan dibintangi oleh Kazunari Ninomiya dari Arashi.

Frankly speaking, meskipun film Botchan “sedikit” berbeda dengan yang diceritakan di novel, tetapi pesan moral yang hendak disampaikan sama sekali tidak berkurang dan justru menyajikan hal-hal aneh yang cukup menghibur serta lebih ringkas daripada novel yang cenderung berisi narasi bergaya humor. Kebetulan, sebelum menonton film ini saya membaca terlebih dulu novel Botchan untuk dijadikan resensi buku. Nah, sekarang akan saya paparkan sedikit plot ceritanya.

Sejak kanak-kanak, Botchan tidak pernah lepas dari “masalah”. Orang tuanya menganggapnya anak berandalan tanpa masa depan. Tidak ada yang menyukai maupun memahami tingkah lakunya, kecuali wanita tua yang menjadi pelayan keluarga mereka bernama Kiyo. Berbekal warisan yang sedikit, Botchan berhasil lulus dari Sekolah Fisika. Seperti biasa, tanpa berpikir panjang dan spontan, dia memutuskan untuk menerima tawaran dari kepala sekolahnya untuk menjadi guru di sebuah SMU di Matsuyama, Pulau Shikoku, Prefektur Ehime yang membutuhkan guru matematika dengan gaji 40 yen per bulannya. Ternyata, menjadi guru yang jujur di daerah pelosok tidak semudah yang dibayangkan. Menurut Botchan, daerah kampung yang sempit seperti itu sangat memuakkan, seluruh gerak-geriknya terus dimata-matai oleh murid maupun rekan di tempatnya bekerja hingga ia mendapatkan banyak pengalaman tidak menyenangkan, misalnya saat ia mengunjungi sebuah restoran untuk makan soba tempura sampai empat porsi, di kemudian hari ia langsung dijuluki “Profesor Tempura” oleh para anak didiknya melalui cemooohan yang tertulis jelas di papan tulis. Tidak heran pula ia menjuluki kepala sekolah SMU tersebut Si Rakun, guru matematika Si Landak, guru Bahasa Inggris si Matang Karbidan, Guru Kepala si  Kemeja Merah, pengikut Guru Kepala si Penjilat Kampungan, dan lain-lain karena sikap aneh mereka. Klimaksnya ia terlibat “peperangan” dengan dua orang yang selalu menusuknya dari belakang sejak datang ke SMU tersebut, tapi dengan segala usaha dan sifat jujur serta tidak sabarannya yang ia miliki sejak kecil, ia mampu mengungkap kejahatan orang tersebut juga menghajarnya hingga merasa jera lalu kembali ke Tokyo dan berhasil hidup normal tanpa masalah dengan menjadi teknisi Perusahaan Kereta Api Luar Tokyo berkat kenalannya dan tinggal bersama Kiyo meski hanya sebentar saja karena pelayannya meninggal akibat pneumonia. Uniknya, sampai cerita berakhir, tokoh Botchan yang mengaku-aku sebagai anak Edo dan memiliki garis keturunan samurai tingkat Tadanomanju tersebut tidak pernah diungkapkan nama aslinya melainkan hanya disebut sebagai si Anu atau guru baru dari Tokyo saja.

Sedangkan di dalam film, lebih banyak disinggung hal mengenai kejujuran dan kebencian akan kebohongan selain dari tokoh Botchan. Bahkan Botchan sendiri mengakui pendidikan tanpa edukasi moral itu tidak berguna. Insiden belalang ketika ia mendapatkan piket menjaga asrama juga sangat menarik perhatian saya. Botchan marah besar pada anak-anak didiknya dan menceramahinya hingga pagi.

“Ketika kau membuat onar, jangan klaim orang lain yang melakukannya, kalian boleh membiarkan orang lain yang menjalani hukumannya. Buat onar dan hukuman adalah hal yang sejalan. Kita bisa menikmati lelucon karena tertarik akan hukumannya! Orang yang membuat lelucon dan pergi tanpa kena hukuman adalah pengecut! Tingkah kalian seperti meminjam uang tapi tidak bisa mengembalikannya. Sama saja!” ungkap Botchan kesal saat menasehati muridnya.

Nah, bagaimana minasan? Sudah panjang lebar kan sinopsisnya? Saya nggak mau spoiler lebih jauh lagi deh, biar nanti minasan bisa merasakan sendiri gregetnya menyaksikan sosok Botchan yang polos nan gamblang, lurus seperti anak panah sama dengan yang dikatakan Kiyo. Untuk Arashian –penggemar Arashi- pasti lekas ingin menonton film si lucu Nino ini kan?^^

Semoga bermanfaat! :D

Friday, July 22, 2016

Senbei, Si Kerupuk Kebanggaan Jepang

Yamako Senbei
Cr: Soka Senbei.jp

Minasan pasti tahu dong makanan ringan yang satu ini. Yap, penganan berbentuk bulat yang menyerupai kerupuk ini biasanya dibuat dari tepung beras, berukuran besar dan tebal, serta dimatangkan dengan cara dipanggang sampai berwarna kuning keemasan. Biasanya jadi penawar rindu orang Indonesia yang kangen dengan “kriuk-kriuk” di Tanah Air, dan jadilah senbei penggantinya.

Biasanya senbei berhubungan erat dengan Kota Soka di Saitama, Tokyo, yaitu tempat kelahiran kerupuk tebal ini.  Sebenarnya alasan saya mengangkat tema ini pun tak jauh-jauh dari kalimat sebelumnya. Di Expo Milano tahun 2015 lalu, Senbei Soka berhasil mendapatkan perhatian besar ketika dipamerkan sebagai salah satu makanan utama di Jepang. Karenanya, senbei semakin dipopulerkan bahkan hingga dipasarkan ke luar negeri. Mungkin ini salah satu strategi Jepang untuk “mengumpan” pihak-pihak yang bisa menguatkan ekonomi mereka nih, hehe. Oke, di saat Senbei Soka melejit, tentu diiringi lagi dengan usaha yang lebih atraktif dong. Buktinya ialah “Soka Senbei Garden”, merupakan tempat workshop yang mengusung senbei sebagai tema utama yang tentunya dijalankan oleh pebisnis senbei di kota tersebut yang dinamakan “Yamako Senbei”. Mengingat Kota Soka adalah tempat “asal usul” kerupuk tersebut, para pemrakarsa menawarkan tempat ini sebagai tempat terbaik untuk para pengunjung membuat sendiri senbei ala kita dan menikmatinya bersama. Hanya dengan 324 yen, pengunjung bisa mencoba membuat senbei sendiri tanpa harus memesan terlebih dahulu. Nantinya pengunjung akan dipandu untuk memasak senbei di atas alat pemanggang (satu alat per orang) di area outdoor khusus. Dilansir dari Channel Japan, Soka Senbei Garden baru-baru ini ingin mengembangkan rasa lain yang cocok untuk senbei lalu dirilis ke pasaran. Biasanya senbei memiliki rasa sedikit asin karena diberi garam (rasa selada), rasa miso, rasa kecap asin, rasa wijen, rasa rumput laut, dan ada pula yang memiliki rasa manis. Karena ingin membuat inovasi, para pemrakarsa senbei theme park ini meminta pengunjung khususnya mahasiswa yang berasal dari luar negeri untuk memberikan pendapatnya tentang “rasa baru” senbei versi mereka yang mungkin akan cocok di lidah orang Jepang. Saat itu ada mahasiswa dari Indonesia menawarkan sambal terasi/sambal udang untuk rasa baru tetapi pemandu mengatakan jika rasa tersebut tidak akan laku bila dijual di Negeri Matahari terbit tersebut, wah ada-ada saja, hihi.

Selain Senbei Soka, Senbei Hokkaido juga turut “bertarung” di pasar mancanegara lho. Sebuah toko Senbei yang berada di kota Sapporo, Prefektur Hokkaido, berupaya menembus pasar dunia dengan memasarkan produk “Samurai Senbei”,  dengan berbagai variasi rasa dan bentuk. Senbei berbahan baku beras Hokkaido ini memiliki 3 jenis senbei yaitu “Yumepirica”; senbei keras yang dipanggang, “Fukkurinko” yang tipis, dan “Oborozuki” yang renyah. Biskuit beras produksi Samurai Senbei sudah diperkenalkan ke luar negeri yang dilakukan dengan mengikuti festival kuliner di sejumlah negara seperti Malaysia dan Hongkong, dan rencananya akhir tahun 2015 lalu Samurai Senbei akan memulai penjualan di Chicago dan New York, Amerika Serikat.

Nah, bagaimana minasan, jadi tahu banyak tentang senbei kan? “Biskuit beras” saja bisa jadi idola jika mau diusahakan, apalagi kerupuk negeri sendiri yang lebih berwarna dan memiliki varian rasa lebih banyak bukan?

Saya pribadi berharap kita bisa meniru Jepang yang mampu memanfaatkan hal sekecil apa pun untuk menjadi barang komoditas yang berguna bagi negara. Minasan sependapat bukan?^^

Semoga bermanfaat! :D

Sumber:
Halo Jepang! online
Channel Japan

Ngabuburit Seru di Perpusda Ungaran bersama Ery Mariana

Sesi foto bersama usai pelatihan
Cr: Perpusda Ungaran

Masih di bulan Ramadan yang penuh berkah, pada hari Sabtu, 25 Juni 2016 Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Semarang mengadakan kelas menulis kreatif di Ruang Audio Visual Lantai 1 bersama Ery Mariana, seorang penulis yang sudah go internasional dan ikut berpartisipasi dalam Frankfurt Bookfair 2015 dengan menulis buku berjudul “Das Lied der Papierblummen” (roman in Germany). Kegiatan bertajuk “Kelas Menulis Travel Writting” tersebut diikuti 35 orang peserta yang mayoritas siswa SMA dan mahasiswa. Sekitar pukul 11.00, dibacakan terlebih dahulu curriculum vitae Mbak Ery dan perkenalan seperlunya. Tentunya banyak peserta yang takjub dengan buah kerja keras Mbak Ery yang tertera di layar LCD dan menjadi semakin besemangat dalam menjalani pelatihan gratis ini, termasuk saya sendiri, hehe.

Contoh travel writting Mbak Ery dalam buku "Kenali Negerimu Cintai Negerimu"
Cr: Perpusda Ungaran
Tak jauh dari tema yang diusung, Mbak Ery menjelaskan kiat-kiat menulis travel writting di mana sedang marak digalakkan pemerintah untuk mendongkrak popularitas objek wisata di Indonesia. Khususnya untuk pertemuan kali ini ialah menggali lebih dalam keindahan objek wisata di Kabupaten Semarang. Beliau menuturkan apabila orang sering berwisata tetapi jarang menuangkan pengalaman itu ke dalam tulisan, padahal jika kita mau berusaha maka menulis yang –mungkin- sudah menjadi hobi kita akan sia-sia saja, dan kenyataannya bila bakat atau hobi itu kita manfaatkan dengan baik dan serius maka bisa menjadi lapangan pekerjaan kita. Itulah yang bisa saya kutip dari sebagian “ceramah” yang Mbak Ery lontarkan sambil menceritakan pengalamannya saat dalam proses menulis buku tentang perjalanan wisata keliling Indonesia. Setelah dijelaskan teori dan kiat-kiatnya, kami juga diberikan kesempatan untuk menulis travel writting selama 30 menit dan membacakannya di depan para peserta setelah naskah dipilih acak oleh Mbak Ery selaku narasumber.

Nah sudah panjang lebar nih menjelaskan bagaimana atmosfer yang saya alami ketika menjalani pelatihan, pasti minasan sudah penasaran apa sajakah “ilmu” yang saya dapatkan dari sana? Tapi...travel writting sendiri itu apa sih?

Ehm, travel writting sendiri ialah tulisan mengenai perjalanan wisata beserta info rinci mengenai tempat tersebut, berbeda dengan pamflet objek wisata yang hanya memaparkan informasi umum saja, karena Mbak Ery bilang salah satu unsur penting dalam naskah travel writting ialah bisa menghadirkan tokoh cerita. Untuk menulis travel writing, unsur yang perlu kita ulas adalah:
1. Akomodasi
2. Geografis
3. Makanan tradisional/kuliner
4. Souvenir 
5. Objek wisata
6. Kesenian tradisional
7. Event Mice 
8. Cari sesuatu yang baru/jadi tren
9. Kehidupan malam di tempat tersebut
10. Kultur masyarakat setempat
11. Historisnya tempat tersebut
12. Temukan point of interest untuk menentukan lead (kepala/etalase tulisan)
13. Kembangkan tubuh tulisan dari data yang ada

Nah, sudah terbayang kan bagaimana nanti minasan merangkai tulisannya? Eits, belum selesai loh, masih ada hal-hal lain yang perlu diperhatikan dan tentunya penting, yaitu:
1. Tentukan objek wisata. Kalau kita tidak memperhatikan ini jelas kita nggak tahu mau nulis apa dong.^^
2. Info akomodasi: tiket, transportasi, hotel
3. Foto pendukung
4. Peta objek wisata
5. Deskripsi tempat wisata secara detail
6. Interview dengan pengunjung atau pengelola
7. Komparasi objek wisata

Bagaimana minasan? Sekarang sudah semakin lengkap kan?

Sebenarnya tidak hanya itu hal dipaparkan, Mbak Ery menekankan bahwa bahasa yang persuasif, menarik, serta ditulis dengan gaya feature juga sama pentingnya. Kehadiran tokoh yang dimunculkan dalam travel writting perlu pula dimasukkan “nyawa manusia” dengan pendekatan human interest selain point of interest-nya, juga naskah dilengkapi komparasi dari berbagai sumber seperti data buku maupun internet dan juga memerlukan observasi. Kalau naskah lengkap dan berjiwa, pasti tulisan akan berkesan saat dibaca dan tidak datar-datar saja kan minasan?^^

Menjelang penghujung acara pada pukul 14.00, Mbak Ery memaparkan sedikit tentang “bagaimana cara menulis novel” karena banyaknya peserta yang antusias belajar, tambahan waktu yang diminta pun disetujui oleh pegawai pengurus Perpusda yang kagum akan semangat para peserta yang masih bisa dibilang belia. Beliau juga berharap bibit-bibit penulis yang semangat ini bisa serius menjalani hobi dan nantinya bisa berguna untuk bangsa dan negara.

Semoga bermanfaat! :D

Thursday, June 2, 2016

Belajar dari Kisah Tursiah: Nyong Wong Banjarnegara lan Nyong Bangga


Njenengan tiyang Banjarnegara? Nyong be iya. Tursiah (Sisi Indah) ya padha. Kita orang Banjarnegara. Lah nyong tek ngomong bahasa Indonesia campur Ngapakmbokan angger nyong ngomong basa Ngapak padha ora mudheng apa wis padha kelalen.

Begini, saya rasa apa yang dikatakan Tursiah (Sisi Indah) itu wajar saja. Malah membuka pikiran saya. Iya, sejak saya kecil sampai berusia 25 ini, Banjarnegara memang tidak banyak berubah (ini menurut saya). Berbeda dengan tetangga sebelah yang saya rasa semakin pesat pembangunannya. Meskipun demikian, saya bangga dengan Banjarnegara. Ya, meski tidak punya pasar raya (mall) tapi kesejukan alam dan keramahan orang Banjarnegara membuat saya selalu ingin pulang (saya merantau di Semarang).

Berbicara ada pasar raya atau tidak di Banjarnegara, menurut saya keberadaannya perlu dibatasi. Atau ekstremnya malah ditadakan di Banjarnegara. Ada beberapa kota yang sebagian warganya menolak pasar raya juga swalayan Ind*maret dan Alf*mart lho, kenapa? Karena nanti bakul buntil, jangan soglog, bakul jengkolpete, jajan pasar, ayam, enthog, bebek sing biasa numpak pit apa mlaku meng pasar kae dagangane langka payune.

Lah mending angger bisa blanja nang pasar tradisional. Murah, ramah. Angger ana barang sing dipengini nang pasar raya gari meng Purwokerto angger pas duwe duwit, setahun pisan apa pirang wulan sepisan (nyong be urung mesti ora dadi kebutuhan si). Adapun Tursiah (Sisi Indah) bilang orang Banjarnegera "gumun" lihat orang dandan menor, ah Tursiah saya malah senang jika kenyataannnya demikian. Itu berarti masih banyak orang Banjarnegara yang suka akan kesederhanaan. Kuwe ciri khase wong Banjarnegara, sederhana. Insyaallah....

Ohya ge dadi wong Banjarnegara aja padha cilik ati (orang Banjarnegara jangan rendah diri) soale uga ana putra daerah Banjarnegara sing dadi wong (ada orang Banjarnegara yang sukses). Dosen Unnes ana (Rahmat Petuguran), sing agi meng Jepang S3 ya ana (Tuswadi Banjarnegara), terusan sing dadi pengacara nang Jakarta be ana (Sugito Atmo), apa maning sing kuliah nang ITB pinter gawe robot ya ana (Arif Wahidin), kuliah nang STAN (Muhlisin Muhlisin), distributor obat rumah sakit ya ana (Ambyarndhase Qentunk), jago matematika lagi kuliah nang Eropa ya ana (Adi Nur Cahyono), ngibarna bendera Indonesia nang gunung paling dhuwur nang Rusia ya ana (Mae Tetapsemangat Danceriaslalu), lan liya-liyane sing dadi guru, petani, wiraswasta, atlet, karyawan sukses ya ana. Pokoke egun akeh maning, jajal ana sing ngerti sapa baen? Lah cara nyong, dadi apa baen sing penting ora kelalen ngibadah (insyaallah).

Wis lah ora usah ngurusi ana pasar raya apa ora nang Banjarnegara. Apa maning Tursiah (Sisi Indah). Siki dikeponi baen wong-wong sing tek sebutna mau. Aja Tursiah baen. Lah siki mending sing duwe anak, sing duwe adhi dididik dadi wong pinter lan berguna kaya wong-wong sing tek critakna mau (insyaallah). Syukur-syukur pirang tahun maning, anake apa adhine njenengan dadi presiden Republik Indonesia. Aja kaya nyong sing 14 semester urung rampung kuliah.

Jadi, Tursiah (Sisi Indah) tak perlu kita hujat, dia sama-sama rakyat. Mungkin dia jauh di sana di Hongkong, kini coba lihat yang lebih dekat di sekitar Banjarnegara. Bagaimana rusaknya fasilitas jalan kita. Jajal difoto mbokane pemerintah cepet ndandani dalane. Lha wong dalan ora ana irigasine kepriwe garep awet. Di dandani ping kopang kaping ya cepet bodol maning. Nyong pas mudik arep moto kelalen. Dalan bener kuwe hak rakyat. Malah dadi nggo politik. Jhaaan maregi!

#‎BanjarnegaraGilarGilar
‪#‎TuturSingNggenah
‪#‎SelamatCariNafkahTursiahMugiBerkah‬

Saturday, April 30, 2016

Tempat Wisata Semarang sampai Banjarnegara


Hari sudah berganti. Malam ini adalah awal Mei. Namun, mataku belum juga mau terpejam. Mending dari pada bengong nunggu calon suami dan rombongan yang masih dalam perjalanan dari Kota Wali Demak, kutulis celoteh tentang beberapa tempat wisata yang ada di sepanjang jalur Semarang-Banjarnegara.

Barangkali celoteh ini bisa jadi rujukan kawan-kawan yang ingin untuk mencari dan berkunjung ke tempat wisata selepas menghadiri walimatul'ursy besok. 

Beberapa foto yang ada pada celoteh ini, merupakan foto yang aku ambil dalam perjalananku ketika mudik hari Kamis (H-4 pernikahan) kemarin. Iya, beberapa kawan heran, mau mendekati hari pernikahan tapi masih di Semarang. Seperti yang aku jelaskan pada celoteh sebelumnya, hal itu aku lakukan karena skripsiku belum kelar. (doakan semoga lancar ya?)

Baiklah ini dia beberapa tempat wisata dan kuliner yang mungkin kawan-kawan berminat untuk mampir selepas acara pernikahanku besok.

1. Gedong Songo dan Umbul Sido Mukti

Jika kawan-kawan menempuh perjalanan Semarang -Banjarnegara melalui jalur alternatif Bandungan-Sumowono, maka kawan-kawan akan melewati arah tempat wisata Gedong Songo dan Umbul Sido Mukti.

Tempat wisata di ketinggian kurang lebih 1500 mdpl ini menyuguhkan pemandangan indah dan udara yang sejuk. Seperti i Gedong Songo, selain terdapat candi-candi, di sana kita bisa jalan-jalan menuju candi satu ke candi yang lain. Meski lelah, tapi pemandangan nan indah dan udara yang sejuk mengobati rasa lelah kawan-kawan. Insyaallah

Selain tempat wisata Gedong Songo, jalur alternatif Semarang-Banjarnegara ini juga terdapat wisata Umbul Sido Mukti. Kawan-kawan bisa berenang di kolam dari mata air Gunung Ungaran. Tempatnya di ketinggian, sehingga berenang berasa di atas awan.

2. Rawa Pening (Kampung Rawa, Eling Bening) dan Serabi Ambarawa

Berbeda dengan jalan alternatif, melewati jalan kota lewat Bawen, kawan-kawan bisa mampir ke Kampung Rawa atau Eling Bening. Di sana bisa menikmati santapan dengan panorama Rawa Pening.

Selain itu, jika ke Ambarawa cobalah makanan khas di sana yaitu serabi Ambarawa. Di Indonesia terdapat macam-macam jenis serabi. Menurutku serabi Ambarawa perlu kawan-kawan cicipi.

3. Museum Palagan dan Museum Kereta Api Ambarawa

Melihat peninggalan masa perang bisa ke Museum Palagan. Bisa juga naik kereta api berbahan bakar kayu lho! Kereta uap begitu. Lalu juga bisa melihat kereta api berusia ratusan tahun jaman Belanda di Museum Kereta Api Ambarawa. 

4. Agrowisata Soropadan

Temangung mempunyai tempat wisata yang edukatif. Pengunjung bisa melihat hasil pertanian unggulan dari tempatnya di tanam langsung. Tapi tempat ini punya waktu khusus untuk dikunjungi seperti saat panen, kemungkinan Oktober mendatang.

5. Ngopi seperti di Eropa di Area Istirahat Kledung (Rest Area Kledung)

Setelah melewati Ambarawa, perjalanan Semarang-Banjarnegara juga melewati area istirahat Kledung. Tempat yang diapit dua gunung yaitu Sindoro dan Sumbing ini menyuguhkan kopi khas Temanggung yang nikmat. Udara yang dingin menjadikan tempat ini bisa dibilang tempat ngopi seperti di Eropa. Tidak hanya kopi, medoan juga jadi penganan yang cocok disantap di sana.

Ohya, setelah Kledung maka selamat datang di Wonosobo. Di sana, tidak tentu waktu kawan-kawan bisa jadi menemui kbut tebal. Bahkan kadang-kadang jarak pandang hingga kurang dari tiga meter. Jadi sembari menikmati nuansa kabut tebal, tetap berhati-hati di jalan ya?

6. Seruling Mas dan Surya Yudha Park

Kebun binatang Seruling Mas bisa kawan-kawan kunjungi jika sampai di Banjarnegara. Surya Yudha Park juga bisa jadi rekomendasi untuk berwisata. Kawan-kawan bisa berenang dan bahkan baru-baru ini bisa nonton film di bioskop yang belum lama ini ada di Banjarnegara.

7. Dataran Tinggi Dieng (Dieng Plateu)

Sepulang dari acara walimatul'ursy, kawan-kawan bisa naik ke Dataran Tinggi Dieng. Melewati Karangkobar, kawan-kawan dapat melihat sisa-sisa desa Sijemblung yang tertimbun longsor tahun lalu. 

Aku menjadi merasa kecil saat melihat sisa-sisa longsor yang memakan korban ratusan warga itu (bahkan sampai saat ini 20 korban belum ditemukan). Aku jadi berpikir betapa Alloh Mahakuasa jika sudah Kun faya kun.


Setelah melewati Karangkobar, baru kawan-kawan menikmati keindahan alam Dieng. Hamparan ribuan hektar tanaman kentang. Kawasan Candi Arjuna, Telaga Warna, Kawah-kawah, Museum Kailasa, dan masih banyak tempat lain yang bisa dijelajahi.
 Saudari kembarku ketika ke Dieng paska wedding
Baiklah aku sudah mengantuk. Itu tadi beberapa tempat wisata yang bisa kawan-kawan kunjungi saat melakukan perjalanan Semarang-Banjarnegara atau sebaliknya. Sudah ya, aku sedikit mengantuk sekarang. Bagi kawan-kawan yang bisa datang ke walimatul'ursy besok, sampai jumpa di Banjarnegara. Insyaalloh Bagi kawan-kawan yang berhalangan datang, semoga doa baik kalian Alloh kabulkan. Insyaalloh

Banjarnegara, 1 Mei 2016 01.36 WIB





Wednesday, April 27, 2016

21 Hari Menjelang Pernikahan

Sore di Masjid Agung Jawa Tengah

Sampai celoteh ini diterbitkan, aku masih bergumul dengan skripsi. Mengerjakan skripsi rupanya tidak semudah yang aku bayangkan.  Tidak mudah menaklukan rasa malas yang menghadang. Hal ini seperti yang diungkap pada penelitian yang dilakukan senpai-ku (kakak tingkat) bernama Lita chan (kata sapaan dari bahasa Jepang untuk perempuan).

Lita chan meneliti kendala apa yang dihadapi mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Unnes ketika mengerjaan skripsi. Dalam penelitian (2015) tersebut diketahui salah satu faktor yang menjadi kendala mengerjakan skripsi adalah kurang disiplin dalam manajemen waktu skripsi dengan kegiatan lain.

Sepertiku, dulu aku mengerjakan skripsi sambil galau memikirkan yang lain. Apa coba kalau bukan jodoh. Hehe Tapi aku berharap bagi kawan-kawan yang masih menunggu jodoh, jangan sepertiku yang berlarut-larut galau ya?

Hal ini karena, setelah muhasabah diri, aku sadar, jodoh akan datang pada waktunya. Kita juga tidak tahu mana yang datang lebih dulu. Jodoh atau maut menjemput. Jadi masalah jodoh, biar Alloh yang ngatur. Tugas kita hanya memperbaiki diri menjadi lebih-lebih baik lagi. Insyaalloh Dan sebanding dengan itu, Alloh juga sedang mempersiapkan ia jodohmu yang sedang memperbaiki diri pula. Insyaalloh

Begitu juga denganku, meskipun aku akan menikah 1 Mei nanti. Masih ada waktu 21 hari lagi untuk mempersiapkan diri. Memperbaiki diri menjadi insan lebih baik lagi. Insyaalloh

Benar saja, 21 hari (baca: dua puluh satu hari!) lagi aku akan menikah. Dan rasanya campur aduklah. Aku yang selama ini dikenal dengan perempuan jomblo (iya, kabanyakan kawan akrabku memanggil namaku dengan "Mblo") harus siap dengan status baru menjadi seorang istri.

Bismillah... semoga Alloh subhanahuwata'ala memberkahi kami. Aamiin

                                  ***
Kubaca celotehku yang masih dalam kerangka (draf) di blog. Tulisan yang kutulis 21 hari sebelum pernikahan ini belum sempat aku selesaikan dan aku muat di laman blogku.

Rasanya campur aduk. Aku harus menerima kenyataan, aku yang suka kemana-mana sendiri. Kini akan bersuami. Belajar lebih dewasa lagi. Insyaallah Tidak hanya itu, aku juga tidak boleh menelantarkan skripsi. Insyaalloh

Ya, sampai detik ini 4 hari menjelang pernikahan aku masih di Semarang. Ada kewajiban yang masih perlu aku selesaikan. Bismillah....

Baiklah besok mudik. Insyalloh Emak sama Bapak di rumah sudah menanyakan kapan pulang. Saudara kembar dan Kakak Ipar (alhamdulillah aku sekarang punya Kakak Ipar lho!) juga sama. "Iki calon pengantene kok urung neng umah," tanya mereka.

"Tratage wis dipasang pengantene esih neng Semarang," canda temanku tadi siang.

Bismillah besok aku pulang. Insyalloh Setelah ijabsah, kembali berjuang di Semarang meraih ijasah. Insyaalloh

Patemon, Gunungpati, Semarang, 27 April 2016

Tuesday, April 5, 2016

7 Cara Jadi Keluarga Muslim Bahagia

google.com
Bagi pasangan muslim pasti mendambakan bagaimanakah wujud keluarga Islami itu? Waa... kok jadi serius gini ya? Seharian ngurus skripsi, sembari istirahat tangan ini tiba-tiba pengen buka browser, trus ngetik kata kunci "Hak dan Kewajiban Suami Istri" trus di antara artikel yang disuguhkan Mbah Google ada artikel "Cara Jadi Keluarga Muslim Bahagia". Aku pikir setelah membaca artikel tadi, aku memang perlu ngaji lagi (ada yang bisa nunjukkin tempat ngaji pra-nikah di Semarang nggak ya?).

Setidaknya, aku baca-baca artikel pra-nikah melalui Daring dulu. Berikut ini sari dari artikel tentang cara jadi kelurga muslim bahagia yang aku baca. Dalam artikel tersebut, ada beberapa hal yang patut diperhatikan dalam upaya menumbuhkan keluarga bahagia menurut ajaran Islam dengan mengenal ciri-ciri dan cara-cara rumah tangga yang islami, di antaranya:

1.Didirikan atas dasar ibadah

Rumah tangga didirikan dalam rangka ibadah kepada Allah, dari proses pemilihan jodoh, pernikahan (akad nikah, walimah) sampai membina rumah tangga. Sebagaimana tugas kita di muka bumi ini yang hanya untuk mengabdi/beribadah kepada Allah, maka pernikahan ini pun harus diniatkan dalam rangka tersebut.

2.Terjadi internalisasi nilai Islam secara kaffah (menyeluruh)

Suami bertanggung jawab terhadap perkembangan pengetahuan keislaman dari istri, dan bersama menyusun program pendidikan anaknya. Tolong-menolong dan mengingatkan dalam beribadah.

Sabda Rasulullah saw: “Semoga Alloh merahmati suami yang bangun malam hari lalu shalat dan membangunkan pula istrinya lalu shalat pula. Jika enggan maka dipercikkannya air ke wajahnya. Dan semoga Allah merahmati istri yang bangun malam hari lalu shalat dan membangunkan pula suaminya lalu shalat pula. Jika enggan maka dipercikkannya air ke wajahnya.” (HR. Imam Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa’i, Ibnu Majah).

3.Terdapat keteladanan (qudwah) 

Suami istri
biasa belajar melakukan apa disunnahkan agama dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, setiap hendak keluar atau masuk rumah anggota keluarga membiasakan mengucapkan salam dan mencium tangan. Membiasakan mengajak  anak-anak menegakkan shalat diawal waktu.

4.Tercukupinya kebutuhan materi secara wajar

Suami
harus membiayai kelangsungan kebutuhan materi keluarganya sesuai kemampuannya, karena itu merupakan salah satu tugas utamanya. Namun istri tidak boleh menuntut lebih dari pendapatan halal sebatas kemampuan sang suami.

Firman Allah Subhanahuwata`ala: “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian.” (QS al-Baqarah 233)

5.Terciptanya hubungan saling pengertian

Keluarga muslim bahagia
terdapat seorang suami  yang sabar. Tidak boleh terlalu keras ataupun berlebihan kepada istri dalam menegur dan meluruskan yang salah, karena itu berarti membengkokkannya.

Rasulullah Shalallahu`alaihiwasaalam bersabda: “Nasehatilah wanita dengan baik. Sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk dan bagian yang bengkok dari rusuk adalah bagian atasnya. Seandainya kamu luruskan maka berarti akan mematahkannya. Dan seandainya kamu biarkan maka akan terus saja bengkok, untuk itu nasehatilah dengan baik.” (HR Imam al-Bukhari dan Muslim)

Dalam hal ini maka berperilakulah lemah lembut. Sabda Rasulullah Shalallahu`alaiwassalam: “Orang mu’min yang paling sempurna imannya adalah mereka yang paling baik budi pekertinya dan paling lemah-lembut perilakunya kepada ahli keluarganya” (HR Imam at-Tirmidzi, an-Nasa’i dan al-Hakim)

6.Menghindari hal-hal yang tidak Islami

Masih ingat dengan Musa finalis Hafidz Qur`an? Iya, anak berumur 5,5 tahun itu menjadi pemenang kompetisi hafal Alqur`an di sebuah stasiun televisi yang ditayangkan pada Ramadhan tahun lalu. Kabarnya, agar Musa menjadi Hafidz Qur`an. Keluarga Musa menggunakan teknologi untuk mengaji. Selain dibiasakan shalat malam, sehari-hari, Musa menonton TV tapi bukan acara yang lebih banyak "haha-hihi", Musa menyetel murotal biar mudah hafal Alqur`an.

Jadi, kita tidak bisa hidup sendirian terpisah dari masyarakat. Betapa pun taatnya keluarga tersebut terhadap norma-norma agama, apabila sekitar lingkungannya tidak mendukung, pelarutan nilai akan lebih mudah terjadi, terutama pada anak-anak. Pilihlah lingkungan tempat tinggal yang baik juga tontonan yang baik.

7.Berperan dalam pembinaan masyarakat

Keluarga islami harus memberikan kontribusi yang cukup bagi perbaikan masyarakat sekitarnya (aku perlu banyak belajar tentang ini). Suami harus dapat mengatur waktu yang seimbang untuk Allah Subhanahuwata`ala (ibadah ritual), untuk keluarga (mendidik keluarga serta bercengkrama bersama istri dan anak-anak), waktu untuk ummat (mengisi ceramah, mendatangi pengajian, menjadi pengurus masjid, panitia kegiatan keislaman) dan waktu mencari nafkah. Begitu pula dengan istri harus diberi kesempatan untuk bekiprah di jalan da’wah ini memperbaiki muslimah disekitarnya. Wallahu’alam. (disari dari www.ummi-online.com)

Ditulis di Gedung G Unnes, 4 April 2016 dalam rangka cari referensi skripsi sambil nyambi cari apa-apa yang dibutuhkan untuk bekal pra dan pasca nikah nanti. Aku masih perlu belajar lagi.

Saturday, April 2, 2016

Pas Foto Berlatar Belakang Biru


Perempuan mana yang tidak ingin memiliki kisah cinta berakhir bahagia. Kisah cinta bahagia bak seorang putri yang menikah dengan pangeran impiannya. Tidak jarang juga yang mengimpikan kisah cinta seperti dalam drama-drama Korea. Misalnya drama berjudul Full House, Boys Before FlowersPrincess Hour, dan drama Korea kebanyakan lainnya. Begitu juga dalam drama Taiwan yang menurutku menjadi cikal bakal merebaknya drama Korea dan sejenisnya berjudul Meteor Garden.

Alur pada drama yang disebutkan di atas sama. Sama-sama ada dua sejoli yang awalnya saling benci tapi kemudian jatuh cinta. Ya, benci jadi cinta. Segala rintangan dihadapi dari pertentangan keluarga hingga orang ketiga. Namun, akhirnya mereka bisa melalui itu semua. Hidup bersama dan bahagia.

Tidak hanya itu, barangkali tidak sedikit pula yang membayangkan cerita cintaku seperti dalam film Ada Apa dengan Cinta (AADC). Cinta yang awalnya benci pada Rangga, akhirnya jatuh hati pada lelaki yang suka dengan puisi Khairil Anwar itu. Tapi, tentunya AADC dengan akhir cerita Cinta hidup bahagia dengan Rangga (karena sampai saat ini aku belum tahu akhir cerita AADC, eh tayang bulan ini atau bulan depan AADC 2 ya? Aduh penasaran bagaimana akhir cerita penantian Cinta atas Rangga selama 14 purnama lamanya. Semoga sih bahagia).

Selain kisah cinta dalam AADC, kisah cinta impian seperti dalam buku-buku. Ayat-ayat Cinta misalnya. Siapa yang tidak mau seperti Aisyah yang mempunyai suami sholeh seperti Fahri. Walau nyatanya impian itu aku pikir ulang lagi, perlu mempersiapkan diri karena melihat diri masih jauh dari sosok Aisyah yang sabarnya luar biasa sekali.

                                                                            ***
Aku tidak phobia kamera. Tapi, hari ini aku benar-benar merasa gugup. Aku benar-benar merasa gugup bukan karena kilatan cahaya dari kamera, bukan. Tapi, hari ini aku membuat pas foto berlatar belakang biru. Foto yang akan diambil bukan untuk narsis sebagai foto diri di Facebook atau media sosial lainnya. Ini foto akan melekat pada sebuah buku. Buku sebagai tanda pencatatan oleh negara bahwa sebuah hubungan muda-mudi telah disahkan oleh Undang-Undang Langit. Apalagi kalau bukan buku nikah.

Sembari menunggu giliran untuk difoto, keluar pertanyaan dari kepalaku. Apakah ini nyata? Aku akan menikah,  ia yang ada di depan sana akan menjadi imamku? Insyaallah Ia yang tak banyak kukenali. Ia yang juga tak lebih banyak mengenali aku. Warna kesukaannya pun aku tak tahu. Apalagi apakah ia tahu? Kebiasaanku saat ini ketika santai, lebih suka menyetel murotal daripada lagu, kadang streaming radiorodja.com lewat netbook-ku, dan suka membaca cerpen juga Mice Cartoon pada harian Kompas edisi Minggu.

Giliran difoto telah tiba, bismillah kududuk tersenyum di depan kamera. Menunggu aba-aba satu, dua, tiga. Kutersadar dari bayangan tentang kisah-kisah cintaAh, tak peduli kisah cintaku seperti dalam drama Korea, film AADC, dan novel best seller atau tidak. Yang pasti sesederhana apapun kisah cinta kita, terpenting setiap orang termasuk aku punya kisah sendiri. Kisah yang seru bukan atas dasar penilaian orang lain, tapi bagaimana niat kita dan cara memaknainya atas dasar anjuran Allah Subahahuwata`ala. Insyaallah....

"Mas ke Balai Desa dan KUA minggu depan insyaallah," katanya sebelum bersama pergi mengendarai motor sendiri-sendiri. Itulah celoteh tentang pas foto berlatar belakang biru, kemantapan terhias senyum kala itu. Bismillah semoga ia mampu membimbingku. Insyaallah

Patemon, Semarang, 2 April 2016


Thursday, March 31, 2016

Untukmu yang Kulepas Bersama Hujan Sore Itu

Satu kata yang perlu jutaan menit untuk membuatnya nyata. Berdamai. 
ー時に雨が降るー

"Jujur saja tidak mudah mengatakan benci pada cinta. Mengatakan cukup pada apa yang belum selesai. Tapi di antara kita itu merupakan keharusan. Raih mimpimu seperti alasan kenapa kau meninggalkanku. Karena itu adalah pilihan terbaik bagimu. Insyaallah," kataku dalam hati meyakinkan diri bahwa kau benar-benar telah pergi.

Kumasih melihat keluar jendela. Hujan belum reda. Kucoba meyakinkan diri bahwa semua harus aku terima. Berdamai dengan diriku.Semua merupakan kenyataan bahwa kau benar-benar ingin pergi dariku. Dengan segala alasan yang kau katakan, ingin meraih cita dan cinta yang lain.

"Sebelum aku membahagiakan perempuan lain, aku ingin membahagiakan ibuku. Jangan kau cari aku karena aku tidak akan kembali padamu," katamu beralasan ketika pergi membawa separuh hatiku.

Sakit. Tentu saja. Namun aku sadar, ada banyak jalan menuju kebahagiaan, mempertahankan cinta bukanlah satu-satunya. Maka aku bisa memilih jalan kebahagiaan lain. Sampai datang seorang yang mengatakan kesunguhannya ingin menjadi imam keluarga untukku. Insyaallah

"Ratusan orang pernah berada di ruangan ini. Meminta agar semua kenangan mereka dihapus. Tetapi sesungguhya, bukan melupakan yang jadi masalahnya. Tapi menerima. Barangsiapa bisa menerima, maka dia akan bisa melupakan. Tapi jika dia tidak bisa menerima, maka dia tidak akan bisa melupakan."

Potongan kalimat pada novel Hujan Tere Liye menamparku. Ah, berapa lama aku tidak bisa menerima kenyataan? Kenyataan bahwa kau sudah tak ada rasa untukku lagi. Sampai-sampai aku rela menunggu dan selalu menunggu. Mengiba diri bahwa setelah kesakithatian ini, suatu saat nanti cintaku akan terbalaskan.

Nyatanya, penantianku hanya tinggal penantian. Tak ada kabar. Tak ada kepastian. Sampai akhirnya aku harus berhenti mengiba diri. Aku harus tegas pada diriku sendiri. Bahwa tentang rasa, juga perlu logika.

Dari apa yang aku lalui, aku jadi tahu, tidak semua yang kita inginkan menjadi kenyataan bukan? Seperti halnya tentang jodoh. Aku mengimpikan si A sebagai pangeran pemimpin dalam keluargaku kelak. Namun, apa daya, bagai punguk merindukan bulan. Semua hanya impian tidak jadi kenyataan.

Kucoba bunuh rasa dengan logika. Berselang kau meninggalkanku, kau pernah bilang kita cocok tapi tidak berjodoh. Namun, aku pikir-pikir lagi. Aku kira kau keliru, kita tidak cocok dan masalah jodoh Allah yang tahu. Coba kuingat-ingat lagi  betapa aku yang selalu cerewet memintamu berhenti merokok. Aku yang selalu seperti ibu-ibu memintamu tidak boleh berlarut-larut main PS, memintamu berhenti ini itu, melakukan ini itu semauku. Bukankah aku terlalu menekanmu. Apakah ini disebut cocok?

Sudahlah. Aku selalu berdoa atas keburukan yang kita lakukan di masa lalu, semoga kita dipertemukan dalam keadaan yang lebih baik. Insyaallah Untukmu yang kulepas bersama hujan sore itu, cukup kubahagia mendengar kabar apa-apa yang lebih baik atas dirimu. Insyaallah

Intinya tidak seharusnya cinta menyisakan kepedihan bukan? Tapi, satu-satunya kebahagiaanku melihatmu tersenyum dalam keberhasilan yang telah kau raih. Karena, sampai musim hujan tiba, semua itu akan menghangatkan hatiku, juga hidupku. Biarkanlah kisah kita dijadikan hikmah. Sebagai pengingat bahwa aku, kamu sebagai manusia tak luput dari keliru. Dengan segala hal yang telah kita lalui, untukmu yang kulepas bersama hujan sore itu, semoga dimudahkan pada jalan kebaikan untukku dan juga untukmu. Aamiin insyaallah

Semarang, 31 Maret 2016

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More