Pengikut Google+

Thursday, July 5, 2012

Gusti Allah Ora Sare


"Maafkan aku."

Kalimat ini tak asing bagiku. Aku bosan mendengarnya. Ah, bisa jadi Tuhan juga telah bosan mendengar permintaan maaf dariku? Bahkan Dia tak lagi asing dengan suara yang melantunkannya. Dan bahkan lagi, setelah melakukan banyak dosa, aku hanya tersungkur dalam sujud dan lantas esok aku melakukan dosa itu lagi. Sungguh, hari ini aku ada karena pertolongaMu. Hari ini aku bisa bercengkrama percaya diri dengan orang lain karena Engkau sedang menutupi kekuranganku, menutupi aibku.

Ya Rabb, apakah kata maaf ini masih pantas aku lontarkan? Bahkah setelah aku lontarkan, aku melakukan dosa lagi.

Ya Tuhan, andai saja kata maaf ini dijual. Aku takkan sanggup menebus hutang-hutang kata maaf yang harus aku pinta padaMu.Ya Rabb, terlalu murah Engkau memberi maaf, bukanya aku menjadi lebih bersyukur? Namun, karena kemurahanMu ini aku malah mendurhakaimu. Aku gampang meminta maaf dan gampang pula melakukan kesalahan yang sama.

Ya Rabb, kata maafku hanya pemanis bibir, hanya pledoi untuk bisa berhela nafas karena aku merasa dengan kata "maaf" tadi seolah-olah yang lalu biarlah berlalu. Ah, gampang sekali meminta maaf. Apakah benar dengan meminta maaf dosaku akan terhapus? Akan hilang begitiu saja?

Ya Rabb, aku hanya bisa meminta, aku terlalu sombong untuk tidak meminta kepadaMu. Aku terlalu percaya diri dengan kemampuanku.

Engkau bahkan mengingatkanku dengan begitu halus dan pelan. Begitu lembut. Ah Iman, kemana engkau pergi? Ah Hati kenapa gampang teracuni? Allah, aku ada karenamu, namun tindakkanku telah meniadakanMu. Seolah-olah Engkau jauh, namun bukankah Engkau begitu dekat? Sedekat urat nadiku? Kapan saja bisa mencabut nyawaku.

Astaghfirullah..... Ya Rabb, aku terlalu percaya diri untuk melangkah tanpaMu. Aku lupa, bahwa bukankah Engkau tak pernah tidur? Ungkapan "Gusti Allah Ora Sare" ini hanya dibibir saja selama ini. Aku meniadakanmu, menutup mata atas diriMu.

Allah, aku sungguh hina untuk meminta maaf. Debu pasir ini bisa jadi mewakili dosa yang aku perbuat. Tak terhingga. Namun aku percaya, ampunanmu bahkan lebih mulia. Insyaallah....

Ruang bisu, Semarang, Kamis, 5 Juli 2012

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More