Thursday, September 25, 2014

Beranda Bali

pasti, aku merindukanmu
karena hujan tak henti-henti,
daun kamboja di depan rumah terantuk pucat pasi
jalan menuju kampung ini masih setapak, seperti yang tempo hari ilalang menutup batuan di kiri kanan hingga tak nampak saat melewati

pasti, aku merindukanmu di beranda bali, di perbukitan sunyi ini rumah yang seperti lukisan warna-warninya, dibantu cahaya pagi jika senja menderai, lampu oncor menggeser bayangan tak terurai

bisakah kuhapus jejak yang dulu karena usia mematah waktu
mungkin engkau tiada,
di saat aku mengelana

(Handry TM, Februari 2014)

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More