Kursi belakang terisi penuh. Enam orang lelaki duduk berjejer, mengisi kursi paling belakang bus jurusan kota Dawet Ayu-kota Lunpia. Aku duduk di samping jendela kursi deratan tengah. Semua kursi terisi. Kecuali satu kursi di sebelahku ini. Salah satu lelaki yang duduk di kursi seberangku membuang sisa tembakaunya ke lantai.
Kini bus berhenti, aku lihat ke luar jendela. Ah, belum sampai tujuan rupanya. Bus yang sering berhenti membuatku pusing. Aku ambil sisa permen jahe yang aku beli di terminal bus sama Bapak tadi. Pelaku seni jalanan datang...